Tuduhan Tidak Berdasar, Riadi Malay Nilai Pemberitaan Klarifikasi Kilatnusantaranews.com Adalah Hoax

banner 468x60

 

Jurnlalindependent.com-ROKAN HILIR- Riadi Malay angkat bicara terkait pemberitaan yang dimuat media kilatnusantaranews.com oleh wartawan bernama Andri, yang menyebut tudingannya mengenai dugaan pemotongan minyak subsidi di SPBU Maju Jaya Panipahan sebagai berita hoaks.

Riadi membalas pemberitaan tersebut tidak objektif dan cenderung menggiring opini publik untuk menyerang dirinya secara pribadi. Bahkan dalam pemberitaan tersebut, terdapat tulisan “Hoax” yang ditempelkan pada foto dirinya, yang menurut Riadi merupakan bentuk pembunuhan karakter.

“Ini tuduhan yang tidak berdasar. Andri selaku wartawan kilatnusantaranews.com saya nilai tidak memahami substansi persoalan dan terkesan abal-abal karena tidak bersikap netral dalam melihat persoalan yang terjadi di lapangan, justru kalau saya menilai pemberitaan klarifikasi pihak SPBU yang dimuatnya itu lah yang sebenarnya “HOAX” ujar Riadi Malay.

Menurut Riadi, jika wartawan tersebut memahami kronologi dan isi pemberitaan sebelumnya secara utuh, maka akan diketahui bahwa informasi yang disampaikan dirinya merupakan hasil konfirmasi langsung kepada Wawan selaku operator SPBU. Dalam keterangannya, Wawan mengakui bahwa praktik pemotongan BBM subsidi tersebut disebut sebagai hasil kesepakatan bersama antara masyarakat nelayan dan Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir.

Namun, lanjut Riadi, hingga saat ini pihak operator SPBU tidak mampu menunjukkan bukti tertulis maupun dokumen resmi yang melegalkan adanya praktik pemotongan minyak subsidi tersebut.

“Fakta yang kami temukan di lapangan jelas. Wawan sendiri menyampaikan adanya kesepakatan itu, tetapi ketika diminta bukti resmi, tidak bisa ditunjukkan. Bahkan Kepala Dinas Perikanan Rohil juga membantah bahwa dinasnya pernah terlibat dalam kesepakatan pemotongan minyak tersebut,” tegasnya.

Riadi menilai kondisi tersebut justru memperkuat dugaan bahwa praktik pemotongan BBM subsidi terhadap nelayan merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang yang menyalahi aturan.

“Artinya apa yang saya sampaikan selama ini adalah fakta hasil konfirmasi dan temuan di lapangan. Jadi sangat tidak tepat jika disebut hoaks,” tambahnya.

Selain itu, Riadi juga mempertanyakan integritas Andri sebagai wartawan karena dinilai lebih berpihak kepada korporasi dibanding kepentingan masyarakat nelayan kecil.

“Andri terkesan lebih membela korporasi daripada masyarakat nelayan. Patut dipertanyakan integritas dan independensinya sebagai wartawan, apakah benar berpihak kepada masyarakat atau justru berpihak kepada korporasi dan oknum calo yang diduga mendapatkan fee dari surat rekomendasi minyak yang mereka pegang,” tutup Riadi Malay.

 

Editor : Redaksi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *