Viral Usai Party, Petugas Perinatologi Minta Maaf
Bagansiapiapi— Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles angkat bicara terkait aksi tenaga medis di RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi mengadakan pesta di ruangan Perinatologi.
“Sudah saya liat di medsos, atensi,” jawab Wabup Rokan Hilir ini saat dikonfirmasi melalui media sosial pribadinya, Minggu (19/4) malam.
Ia mengaku sangat menyayangkan hal tersebut, ia mengingatkan semua aparatur yang berada dilingkungan pemerintah kabupaten Rokan Hilir agar tidak melakukan hal serupa.
“Sangat menyangkan dan tidak boleh terulang,” tegasnya.
Dihari yang sama, usai viral dan menuai banyak kecaman karena mengadakan pesta di ruangan Perinatologi, muncul sebuah video klarifikasi dari pihak pegawai ruangan Perinatologi yang berisi permohonan maaf resmi terkait kegiatan tersebut.
Dalam video klarifikasi itu, perwakilan pegawai menyampaikan bahwa perayaan ulang tahun yang dilakukan di ruangan mereka berlangsung tanpa sepengetahuan dan izin dari direktur maupun manajemen rumah sakit.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat, pasien, keluarga pasien, serta pihak terkait,” demikian disampaikan dalam video tersebut.
Pegawai juga mengakui bahwa kegiatan tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan, terlebih setelah videonya menjadi perhatian luas di media sosial. Mereka menilai, kegiatan itu tidak sejalan dengan komitmen dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, serta profesionalisme pelayanan di fasilitas kesehatan.
Selain itu, pihak ruangan Perinatologi menyatakan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Mereka berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan serta tetap mengutamakan suasana kondusif di lingkungan pelayanan kesehatan.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan serta memastikan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang,” tutup pernyataan dalam video klarifikasi tersebut.
Hingga saat ini, belum diketahui apakah pihak manajemen rumah sakit akan mengambil langkah lanjutan terkait insiden tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat pentingnya menjaga profesionalisme dan etika di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.








