Jam Kunjung Dibatasi, Perawat Malah Party Aduhhh RSUD Pratomo, Please Jangan Ngadi Ngadi

banner 468x60

Bagansiapiapi- “Jika pengunjung bawak anak perawat marah, tapi kalau perawat bawak anak ke rumah sakit tidak apa, Pengunjung ribut sikit perawat marah mengganggu pasien lain padahal takut ganggu dia tidur, tapi kalau perawat ribut ribut dengan nada suara yang keras keras tidak apa tidak ada mikir kalau mengganggu pasien yang lagi sakit,

Tolong semua di proses,” salah satu komenan masyarakat di sosial media, usai video tenaga medis RSUD dr Pratomo melakukan pesta diruangan perinatologi.

 

 

Rokan Hilir makin kesini tapi malah makin kesana. Itulah ungkapan masyarakat Rokan Hilir di sosial media Facebook, tepatnya pada Sabtu (18/4). Beredar video diduga tenaga kesehatan, dalam keadaan sadar menyulap Ruangan  khusus ibu dan anak, Perinatologi RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi menjadi tempat party (pesta, red). Aduhhh Ngadi Ngadi nih

 

Senormalnya tempat pesta, suara musik dan keriuhan sangat jelas terlihat didalam video yang diunggah akun pribadi salah satu nakes.

Bahkan ruangan yang terdapat beberapa pasien bayi dan anak ini benar benar berubah fungsi. Dari video tersebut dapat disimpulkan, kegiatan yang melanggar SOP pelayanan kesehatan ini, sudah di persiapkan jauh jauh hari. Hal ini dapat di lihat dari dress code dan pernak pernik pesta dengan tema kuning dan hitam.

 

Dilengkapi dengan prasmanan pula.

 

Berbagai respon pun muncul di sosial media, masyarakat terlihat kesal dan sangat menyayangkan kegiatan tersebut. Pasalnya ruangan Perinatologi (Perina) adalah unit rawat inap khusus di rumah sakit untuk merawat bayi baru lahir (usia 0-28 hari) yang memerlukan observasi ketat atau penanganan khusus, seperti bayi prematur, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), infeksi, atau kelainan bawaan. Ruangan ini pun menjadi salah satu ruangan yang memiliki standar tinggi, serta jam kunjung pun dibatasi.

 

Tak menunggu lama, di dalam postingan yang sama salah satu akun bernama Hang Jebat turut merespon.

 

“Assalammualikum, sebelumnya perkenalkan saya hang jebat pegawai di rumah sakit. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi terkait video yang beredar. Kami memahami bahwa suasana yang ditampilkan tidak mencerminkan standar kenyamanan yang seharusnya dijaga di lingkungan rumah sakit, khususnya terkait pelayanan pasien.

 

Masukan dari masyarakat menjadi perhatian serius bagi kami. Saat ini pihak manajemen sedang melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang kembali, serta memastikan pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas utama.

 

Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya,” tulisnya.

 

Tak hanya masyarakat, aktivis pun mulai angkat bicara. Yusaf Hari Purnomo

Ketua DPD LSM TOPAN RI Rohil turut mengkritik hal tersebut, bahkan ia mendesak Direktur RSUD untuk menindak tegas para tenaga medis ini.

 

Ia sangat menyayangkan keteledoran ini, mengingat hal ini dilakukan oleh orang yang paham san mengerti terkait prosedur pelayanan kesehatan.

 

“Jangan jadikan ruang pelayanan kesehatan publik tempat ajang pesta ulang tahun yang pada dasarnya tidak dibenarkan baik secara moral maupun udang undang,” ungkap laki laki 37 tahunan ini melalui telepon selulernya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang dikeluarkan pihak RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *