
Jurnalindependent.com-Rokan Hilir-Kalangan pemuda Panipahan mulai mengilustrasikan kawasan turap penanggulangan abrasi pantai sebagai destinasi wisata baru yang dinilai berpotensi menjadi ikon wilayah pesisir Panipahan. Gagasan tersebut muncul setelah kawasan turap yang dibangun di sepanjang pesisir itu ramai dijadikan tempat bersantai oleh masyarakat dan para pemuda setempat.
Diketahui sebelumnya, usulan pembangunan turap penanggulangan abrasi pantai yang dianggarkan melalui APBN sebesar Rp16 miliar telah diperjuangkan melalui usulan pemuda Panipahan, yakni Wais Al Qorni dan Akas Virmandi, kepada anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat pada tahun 2022.
Menurut para pemuda, pembangunan turap tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanggulangan abrasi pantai dan perlindungan wilayah pesisir dari hantaman gelombang laut, namun juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata mangrove yang sejuk, alami, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Wais Al Qorni mengatakan bahwa tingginya antusias masyarakat yang menjadikan kawasan turap sebagai lokasi bersantai membuktikan bahwa wilayah tersebut memiliki daya tarik tersendiri apabila ditata dengan baik.
“Melihat kondisi sekarang, banyak masyarakat dan pemuda berkumpul di lokasi turap untuk menikmati suasana laut pada sore hari. Ini menjadi gambaran bahwa kawasan tersebut sangat potensial dijadikan destinasi wisata mangrove yang nyaman dan menjadi ikon baru Panipahan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Akas Virmandi menilai bahwa pengembangan kawasan wisata mangrove di sekitar turap sejalan dengan tujuan awal pembangunan, yakni menjaga ekosistem pesisir sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia menjelaskan, apabila kawasan tersebut ditata dengan baik melalui pembangunan pondok santai, jalur pejalan kaki, penghijauan mangrove, hingga wahana wisata laut, maka Panipahan akan memiliki destinasi wisata pesisir yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Konsep wisata mangrove ini tentunya sejalan dengan visi pembangunan turap tersebut, yaitu menjaga kawasan pesisir sekaligus menciptakan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Para pemuda Panipahan berharap pemerintah daerah dapat melihat potensi besar kawasan tersebut dan mendukung pengembangan destinasi wisata pesisir berbasis lingkungan, sehingga keberadaan turap tidak hanya menjadi pelindung abrasi, namun juga menjadi kebanggaan baru masyarakat Panipahan.
Editor : Redaksi





