
RokanHilir-Jurnalindependent.com-Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kritik tajam mengarah kepada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P2PPL) yang dinilai belum menunjukkan kinerja maksimal dalam menangani persoalan penyakit menular di tengah masyarakat, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria.
Kabid P2PPL, Eva Diana Roza, bahkan mulai dipertanyakan kapasitas dan kualitas kepemimpinannya dalam menjalankan tugas teknis di lapangan. Sejumlah kalangan menilai langkah pencegahan maupun pengendalian yang dilakukan belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap ancaman penyakit yang masih menghantui masyarakat di beberapa wilayah di Kabupaten Rokan Hilir.
Kritik tersebut muncul bukan tanpa alasan. Hingga saat ini, masyarakat menilai upaya sosialisasi, pengawasan lingkungan, hingga tindakan cepat terhadap potensi penyebaran DBD dan malaria masih terkesan lemah dan kurang terukur. Bahkan, sebagian warga mengaku minim mendapatkan edukasi maupun tindakan preventif secara rutin dari instansi terkait.
“Kalau memang bidang P2PPL berjalan optimal, seharusnya pola pencegahan sudah lebih masif. Jangan hanya bergerak saat kasus mulai ramai diperbincangkan,” ujar salah seorang warga yang terdampak DBD
Selain itu, keberadaan tim teknis di bawah P2PPL juga dinilai belum menunjukkan kinerja yang efektif. Penanganan yang lamban dan kurang responsif dianggap menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi meningkatnya kasus penyakit berbasis lingkungan tersebut.
Sorotan publik pun semakin menguat karena bidang P2PPL merupakan garda terdepan dalam pengendalian penyakit menular. Namun dalam praktiknya, masyarakat menilai program yang dijalankan masih sebatas formalitas administratif tanpa pengawasan dan implementasi yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.
Tidak sedikit pihak yang mendesak agar Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bidang P2PPL Dinkes Rohil. Evaluasi dinilai penting agar penanganan penyakit menular tidak berjalan stagnan dan hanya menjadi rutinitas birokrasi tanpa hasil nyata.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pelayanan kesehatan daerah, masyarakat berharap Dinkes Rohil dapat lebih serius memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit, bukan sekadar menunggu munculnya kasus baru sebelum bergerak melakukan tindakan.
Editor : Redaksi


