Bagansiapiapi – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rokan Hilir menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Film Pesta Babi, Minggu (17/5).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ruang literasi, refleksi, serta penguatan kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu sosial, masyarakat adat, kebijakan publik, dan dinamika pembangunan daerah. Film *Pesta Babi* dipilih sebagai media pembelajaran yang membuka ruang dialog dan pertukaran gagasan mengenai berbagai persoalan sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat.
Pasca penayangan film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menghasilkan beberapa poin penting terkait implementasi dan relevansinya terhadap kondisi di Kabupaten Rokan Hilir, di antaranya:
*Hasil Diskusi Pasca Nobar Film Pesta Babi*
1. *Mendorong klarifikasi pemerintah terkait wilayah adat dan tanah ulayat*, khususnya mengenai perkembangan serta status penyelesaian persoalan tapal batas yang masih menjadi perhatian masyarakat.
2. *Melakukan kajian terhadap kemungkinan keterkaitan persoalan wilayah adat/tanah ulayat dengan belum terselesaikannya permasalahan tapal batas*, sebagai bentuk upaya memahami akar persoalan secara komprehensif.
3. *Meminta penjelasan kepada Dinas Sosial terkait pengelolaan dan penyaluran Dana Komunitas Adat Terpencil (KAT)*, guna memastikan transparansi, efektivitas, serta tepat sasaran dalam pelaksanaan program.
4. *Meminta penjelasan dan keterbukaan dari pemerintah daerah, DPR, LAM, serta lembaga terkait* mengenai fungsi, peran, dan pengawasan terhadap pelaksanaan program yang berkaitan dengan masyarakat adat dan Komunitas Adat Terpencil (KAT).
Sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil diskusi tersebut, *DEMA STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi bersama seluruh jajaran kepengurusan akan menjadi penanggung jawab utama dalam mengawal isu ini*, dengan dukungan penuh dari *HMI Cabang Rokan Hilir*, sebagai wujud komitmen organisasi mahasiswa dalam menjalankan fungsi sosial, intelektual, dan kontrol terhadap kebijakan publik.
Melalui kegiatan ini, DEMA STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi dan HMI Cabang Rokan Hilir berharap budaya diskusi, literasi kritis, serta kepedulian mahasiswa terhadap isu masyarakat dan daerah dapat terus tumbuh serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan yang berkeadilan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai penonton realitas sosial, tetapi juga sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral, intelektual, dan sosial dalam mengawal berbagai persoalan publik, ” tutupnya.





