Wais Al Qorni Usulkan Ke Anggota Komisi VIII DPR RI Pembangunan Masjid Terapung sebagai Ikon Panipahan dan Simbol Toleransi Beragama

banner 468x60

 

PANIPAHAN|Jurnalindependent.com-Pemuda Panipahan, Wais Al Qorni, mengusulkan pembangunan Masjid Terapung Panipahan sebagai ikon baru daerah yang diharapkan mampu menjadi pusat wisata religi sekaligus simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di wilayah pesisir Kabupaten Rokan Hilir.

Konsep masjid terapung tersebut direncanakan berdiri di kawasan perairan Panipahan dan berdekatan dengan kelenteng yang telah menjadi bagian dari sejarah serta kehidupan masyarakat setempat. Keberadaan masjid dan kelenteng dalam satu kawasan akan menjadi simbol nyata bahwa keberagaman dapat hidup berdampingan dalam suasana damai, harmonis, dan saling menghormati.

Panipahan yang berada di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, merupakan salah satu pulau terluar di kawasan strategis perbatasan nasional. Daerah ini dikenal sebagai kawasan multietnis yang dihuni oleh berbagai suku dan budaya, seperti Melayu, Tionghoa, Batak, Nias, Jawa, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya yang telah hidup berdampingan selama bertahun-tahun.

Menurut Wais Al Qorni, keberadaan Masjid Terapung Panipahan akan menjadi daya tarik baru yang dapat memperkuat identitas daerah dan menjadi titik fokus bagi wisatawan yang memasuki Panipahan.

“Panipahan membutuhkan sebuah ikon yang mampu mencerminkan kekuatan budaya, sejarah, dan nilai-nilai toleransi masyarakatnya. Masjid terapung dapat menjadi simbol kebanggaan masyarakat sekaligus destinasi wisata yang menarik,” ujarnya.

Selain itu, kawasan masjid terapung diusulkan dilengkapi dengan gapura berbentuk ikan sebagai simbol terhadap sejarah Panipahan yang pernah dikenal sebagai salah satu penghasil ikan laut terbesar di Indonesia. Ikon tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa sektor perikanan telah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Panipahan sejak dahulu.

Pembangunan masjid terapung diyakini tidak hanya memberikan manfaat keagamaan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, kuliner, dan jasa pendukung lainnya. Dengan demikian, Panipahan dapat berkembang menjadi destinasi wisata religi dan bahari yang memiliki daya saing di tingkat regional maupun nasional.

Wais Al Qorni berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Pemerintah Provinsi Riau, serta Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian terhadap gagasan tersebut sebagai bagian dari upaya pembangunan kawasan perbatasan dan pengembangan potensi daerah.

“Kami berharap pemerintah dapat merealisasikan pembangunan Masjid Terapung Panipahan. Ini bukan hanya tentang membangun sebuah rumah ibadah, tetapi juga membangun simbol persatuan, toleransi, kebanggaan daerah, dan masa depan pariwisata Panipahan,” katanya.

Dengan semangat kebersamaan dalam keberagaman, masyarakat Panipahan berharap kawasan Masjid Terapung Panipahan kelak menjadi landmark yang membanggakan, memperkuat identitas daerah, serta memperkenalkan Panipahan kepada Indonesia dan dunia.

“Masjid Terapung Panipahan: Simbol Toleransi, Kebanggaan Pesisir Negeri, dan Gerbang Wisata Bahari Rokan Hilir.

 

Redaksi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *