Maju PILPENG Bagan Jawa 2026 Zulpakar, SE, M.Si Siap Merangkul Semua Komponen Masyarakat, RT/RW, Dusun Dan Terkhusus BPKep Bagan Jawa

ROKANHILIR- Setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026, yang ditetapkan 27 Maret 2026, menjadi landasan terbaru pelaksanaan Pilkades, adapun turunannya dituangkan dalam Peraturan Bupati Rokan Hilir Nomor : 14 Tahun 2023 tanggal 29 Mei 2023 tentang ; Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemilihan Penghulu. Dan Peraturan Bupati Rokan Hilir Nomor : 15 Tahun 2023 tanggal 29 Mei 2023 tentang ; Pelaksanaan Pemilihan Penghulu Secara Serentak dan Bergelombang, Interval Waktu Pelaksanaan Pemilihan Penghulu secara serentak dan bergelombang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagai berikut:
a. Pemilihan Penghulu Tahap Kesatu dilaksanakan Tahun 2023
sampai dengan Tahun 2024;
b. Pemilihan Penghulu Tahap Kedua dilaksanakan Tahun 2025
sampai dengan Tahun 2026; dan
c. Pemilihan Penghulu Tahap Ketiga dilaksanakan Tahun 2027
sampai dengan Tahun 2028.

Menjelang Perhelatan Pemilihan Penghulu (PILPENG) 2026 serentak dimana ada sebanyak 123 Pemilihan Kepenghuluan pada Tahap Kedua ini yang di perkirakan pelaksanaannya bulan Agustus – September 2026, dimana salah satunya Kepenghuluan Bagan Jawa yang ikut dalam kontestasi pada Pemilihan Penghulu (PilPeng) mendatang,

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Penghulu (Pilpeng) serentak tahun 2026 di Kabupaten Rokan Hilir, sejumlah nama mulai mencuat. Salah satunya adalah Zulpakar, SE, M.Si, putra kelahiran Kubu tahun 1974 dan sudah 23 tahun tinggal dan berdomisili di Kepenghuluan Bagan Jawa, Kec. Bangko, dimana kediaman pribadinya Jl. Sempurna, RT. 015/RW.003 Bagan Jawa

Setelah di media mengkonfirmasi kepada beberapa Masyarakat Kep. Bagan Jawa bahwa mereka mengatakan dan yakin sdra. Zulpakar, SE, M.Si mempunyai segudang pengalaman begitu luas di berbagai bidang pekerjaan dan ilmu serta punya pemikiran yang VISIONER ke depan serta mampu memprediksi tren dan merancang strategi kedepan tentang tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang merata di Kepenghulaun Bagan Jawa, dimana beliau mempunyai ;
Berwawasan Luas: Memiliki imajinasi kuat mengenai kemungkinan-kemungkinan baru.
Adaptif & Inovatif: Cepat beradaptasi terhadap perubahan dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan ide.
Inspiratif: Mampu menginspirasi orang lain untuk bersama-sama mencapai tujuan jangka panjang.

Setelah media mengkonfirmasi kepada sdra. Zulpakar memang benar dan beliau mengakui beberapa hari ini ada beberapa tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama bahkan beberapa Ketua-Ketua RT/RW di Kep. Bagan Jawa meminta saya untuk berpartisipasi mengikuti kontestasi dan perhelatan Pemilihan Penghulu Bagan Jawa tahun 2026 ini, saya hanya bisa menjawab kalau amanah itu ikhlas diberikan saya juga siap menjalankannya dalam rangka untuk Pembenahan dan Perubahan secara menyeluruh terhadap Tata Kelola Pemerintahan Kep. Bagan Jawa yang menurut saya selama ini belum baik dan masih jalan di tempat, di mana Kepenghuluan Bagan Jawa sekarang terdiri ; 41 RT, 10 RW, 4 Dusun, dengan Data Pemilih Tetap Pada Pilkada Pilgub/Wagub dan Pilbup/Wabup yang lalu sebanyak 13 TPS yang terdiri dari Pemilih Laki-laki ; 2.770 jiwa dan Pemilih Perempuan ; 2.027 dengan jumlah Total DPT ; 4.797 jiwa, dengan data yang ada sangat signifikan untuk pembenahan suatu pemerintahan suatu kepenghuluan. Menurut saya masyarakat Bagan Jawa adalah miniatur masyarakatnya heterogen kelompok sosial yang terdiri dari individu-individu dengan latar belakang yang beragam, mencakup perbedaan suku bangsa, ras, agama, budaya, bahasa, di mana di Kepenghulaun Bagan Jawa ada beberapa etnis, suku Melayu, Jawa, Batak, Tionghoa, dll tapi kesemuanya itu terbingkai dalam kekompakan masyarakat Bagan Jawa, saya melihat Masyarakat Bagan Jawa sangat kompak dan mempunyai persatuan yang kuat dan kokoh, dibidang tata kelola Pemerintahan Kepenghuluan Bagan Jawa sebenarnya sudah mulai bagus, tapi terkadang ada beberapa oknum yang sengaja membuat jalannya pemerintahan Kepenghuluan tidak stabil, saya melihat selama ini beberapa yang pernah menjabat sebagai Penghulu kurang sejalan dengan BPKeb, baik dalam menyusun APBKep maupun pelaksanaannya , terkadang BPKep hanya dibawa sewaktu seperlunya dan boleh dikatakan hanya tukang stempel, kedepan ini tidak boleh terjadi lagi, bagaimana suatu kepenghuluan mau maju, sementara antara Penghulu dan BPKeb nya tidak pernah “duduk semeja” alias tidak ada komunikasi yang baik untuk tercapainya kemajuan dalam hal mengayomi kepentingan masyarakat, untuk itu kalau saya diberikan amanah saya akan benahi secara menyeluruh, saya akan buka ruang dialog dengan semua lapisan masyarakat,

Kesiapan saya untuk maju sebagai Bakal Calon (Balon) Penghulu, Zulpakar, M.Si menegaskan tekadnya untuk membawa perubahan bagi masyarakat Bagan Jawa dengan mengusung slogan visi misi yang jelas dan terukur, diantaranya adalah ;
Visi:
“Mewujudkan Kepenghulaun Bagan Jawa yang Maju, Mandiri, dan Transparan melalui Pelayanan Berbasis Digital dan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel.”
Misi:
Pelayanan Publik: Meningkatkan kinerja aparatur Kepenghuluan yang profesional dan berjiwa pelayanan prima dengan dukungan teknologi informasi.
Transparansi Keuangan: Mewujudkan pengelolaan Dana Kepenghuluan yang terbuka dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara berkala.
Digitalisasi Desa: Membangun sistem administrasi dan basis data Kepenghuluan berbasis digital untuk mempermudah urusan surat-menyurat warga.
Sinergi Kelembagaan: Meningkatkan koordinasi yang harmonis antara Pemerintah Kepenghuluan dengan BPKep, RT/RW, dan tokoh masyarakat
“Membangun Kepenghulaun Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing melalui Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat.”
Mewujudkan Masyarakat Kepenghuluan yang Agamis, Harmonis, Bermartabat, dan Berakhlak Mulia dalam Bingkai Gotong Royong.”
Penguatan BUMDes: Mengembangkan Badan Usaha Milik Kepenghuluan (BUMKep) sebagai pilar ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Sektor Pertanian: Meningkatkan produksi dan kualitas hasil tani, nelayan, melalui bantuan alat mesin pertanian
UMKM & Kreativitas: Memberikan pelatihan wirausaha dan bantuan modal bagi kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Infrastruktur Ekonomi: Melaksanakan pembangunan jalan usaha tani dan sarana publik berdasarkan skala prioritas dankeadilan.
Fokus pada Sosial & Religius meningkatkan kegiatan keagamaan dan mendukung sarana pendidikan non-formal (seperti guru TPQ, PAUD, dan Madin).
Kesehatan & Sosial: Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Kepenghuluan dan pengadaan mobil siaga untuk keperluan darurat warga.
Kepemudaan: Menumbuhkan peran aktif Karang Taruna dalam kegiatan positif melalui pembinaan olahraga dan seni budaya.
Keamanan: Meningkatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) guna mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Di sisi lain Zulpakar, SE, M.Si mengatakan jika diamanahkan nantinya pastinya akan menerapkan penyelenggaraan Pemerintahan Kepenghuluan Bagan Jawa yang bersih (clean government) berlandaskan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance), memastikan birokrasi bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta berorientasi pada pelayanan publik. dimana harus mengedepankan prinsip ;
Transparansi (Transparency): Keterbukaan dalam setiap proses kebijakan dan informasi publik agar mudah diakses oleh pihak yang berkepentingan.
Responsivitas (Responsiveness): Lembaga pemerintahan harus berusaha melayani setiap pemangku kepentingan dengan cepat dan tepat.
Efektivitas dan Efisiensi (Effectiveness and Efficiency): Proses dan lembaga menghasilkan sesuai kebutuhan dengan menggunakan sumber daya seoptimal mungkin.
Akuntabilitas (Accountability): Para pengambil keputusan bertanggung jawab kepada publik dan lembaga pemangku kepentingan.
Prinsip Utama Transparansi Pemerintah:
Akses Informasi Mudah: Masyarakat dapat dengan mudah mengakses dokumen, data, dan kebijakan publik.
Keterbukaan Proses: Keputusan penting diambil secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kejujuran Informasi: Informasi yang diberikan jujur, jelas, dan lengkap.
Pengelolaan Anggaran Terbuka: Penggunaan anggaran (termasuk APBKep) dapat dipantau langsung oleh warga,
Manfaat Transparansi Pemerintahan:
Meningkatkan Partisipasi Warga: Mempermudah masyarakat dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja pemerintah.
Mencegah Korupsi: Mengurangi potensi maladminstrasi dan praktik koruptif karena setiap tindakan terpantau.
Meningkatkan Kepercayaan: Memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Terakhir Zulpakar, SE, M.Si menegaskan apabila terpilih siap menyumbangkan tenaga dan pikiran sepenuh waktu serta berkomitmen sebagai bentuk Pengabdian pada Kepenghuluan Bagan Jawa, apabila inshaAllah terpilih sebagai Penghulu Bagan Jawa, Honorarium/Gaji selama menjabat jadi Penghulu tidak akan diambil, tetapi saya sumbangkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, fakir miskin, anak yatim piatu serta membantu bagi masyarakat yang melakukan hajatan/pesta nikah atau masyarakat yang di timpa kemalangan/ meninggal, dan program ini adalah komitmen pribadi bukan dari anggaran pemerintahan Kepenghuluan, secara teknis penyalurannya nanti di kelola oleh staf Kepenghulaun.

.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *