Lestarikan Budaya, Polsek TPTM Gelar Festival Silat Melayu “Membangkitkan Batang Terendam” di Hari Bhayangkara ke-80

Tanah putih Tanjung melawan – 04 Juni 2026.

Ratusan pasang mata menyaksikan keseruan Festival Seni Silat Budaya Melayu yang digelar oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM), Kabupaten Rokan Hilir.

 

Acara yang mengusung tema “Membangkitkan Batang Terendam” ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.Dibuka pada Jumat malam (3/7/2026) pukul 20.00 WIB, halaman Mapolsek TPTM disulap menjadi gelanggang unjuk ketangkasan. Total ada 62 pesilat atau 31 pasang peserta yang saling berhadapan untuk menunjukkan kebolehan mereka di hadapan dewan juri dan masyarakat.

 

Kapolsek TPTM, Iptu Kodam F. Sidabutar SH., MH., menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi. Kegiatan ini menjadi jembatan untuk mengimplementasikan filosofi Kapolda Riau, yaitu “Melindungi Tuah Menjaga Marwah” melalui jalur pelestarian budaya daerah.

 

“Lewat seni silat ini, kami ingin mempererat silaturahmi antara Polri, pemerintah, tokoh masyarakat, dan perguruan silat. Tujuannya jelas, bersama-sama kita memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah TPTM,” kata Iptu Kodam dalam sambutannya.

 

Ia juga menambahkan, esensi tema “Membangkitkan Batang Terendam” adalah untuk menanamkan kembali nilai luhur Melayu kepada generasi muda. Nilai-nilai tersebut merujuk pada 5 macam isi tepak dan 7 tunjuk ajar budaya Melayu yang dirangkum oleh budayawan legendaris Riau, Tenas Efendi.

 

Langkah ini diharapkan mampu membentengi remaja dari ancaman narkoba dan kenakalan remaja.Apresiasi besar datang dari Camat TPTM, H.M. Zuhri S.Ag., MM. Ia berharap event positif seperti ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan memicu lahirnya festival-festival kebudayaan lain di masa depan.

 

Riuh Tepuk Tangan Penonton dan Aksi Tuan GuruAcara yang dipadati penonton ini berlangsung sangat semarak. Setelah dibuka dengan tari persembahan dan lagu Indonesia Raya, ketegangan penonton langsung mencair saat menyaksikan penampilan silat khusus dari tuan rumah Polsek TPTM serta atraksi dari para tuan guru silat 21 dan silat 3 bulan.Suasana semakin meriah saat beberapa tokoh masyarakat yang hadir secara spontan ikut turun ke gelanggang untuk memperagakan jurus silat tradisional. Rangkaian kompetisi berjalan seru namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan disiplin.

 

Di akhir acara, panitia membagikan puluhan doorprize menarik bagi warga yang setia menonton hingga larut malam. Festival kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang, penyerahan hadiah, serta sesi foto bersama.Acara yang dihadiri oleh Anggota DPRD Rokan Hilir H. Raja Hot Siregar, Danramil Tanah Putih Kapten Iswandi, serta tokoh adat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif hingga akhir kegiatan.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *